Romansa Korekayu

                Rapor musik dengan judul “Romansa” akhirnya dapat dinikmati. Album penuh perdana dari Korekayu band oldies pop asal Yogyakarta yang dirilis pada tanggal 13 Maret 2020 melalui toko musik digital dan aplikasi streaming musik. Album yang dirilis sebagai pamungkas setelah serangkaingan single yang dilepas pada akhir 2019 hingga awal 2020.

            Korekayu terbentuk pada pertengahan 2012 dengan memainkan musik yang bertajuk oldies pop. Pada awalnya Korekayu memainkan lagu-lagu koleksi band favorit seperti, The Adam, Naif, Mocca, dan The Beatles. Kecintaan akan musik-musik yang populer pada tahun 1950an hingga 1980an menggiring Korekayu untuk berkarya dengan aroma dan nafas serupa. 

            Romansa” mulai digarap sejak awal 2019 terhitung setelah tiga tahun rilisnya EP Retrorika Metropolitan. Proses penggarapan 11 track album baru ini dilakukan di Interest Studio, Pogung, Yogyakarta, mulai dari pembuatan guide, tracking drum, gitar, bass, hingga proses rekaman keyboard, dibantu oleh engineer Billy Angga Dinata, Gillang Ramadhita dan Roderikus Martin. Proses rekam instrumen lain dan vokal terhitung sejak bulan Maret 2019 dengan bantuan engineer Pandu Wicaksono di Satrio Piningit Studio, Kalasan, Yogyakarta. Sasi Kirono, pemilik dari Satrio Piningit Studio dipercaya untuk proses mixing-mastering.

            Album penuh pertama memiliki warna yang lebih ceria secara tema, musik, dan sound dari pada EP sebelumnya. Tema yang diangkat pun lebih ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat yang hidup di era 50-80an. Lirik dikemas  santai, mudah diingat, terdapat perpaduan lugas-kias, dan sedikit nyeleneh dengan beberapa kosakata nakal.  Karakter sound pada album baru ini lebih matang lewat ekplorasi masing-masing personil pada tiap instrumen, tentu saja disempurnakan dengan proses mixing-mastering yang siap memanjakan telinga.

            Korekayu ingin menggabungkan album “Romansa” dengan EP sebelumnya, membuat alur bersambung melalui klip video, benang merah yang bercerita tentang kisah Sari. Lagu Sari pada EP hanya sedikit menceritakan kisah Sari yang saling suka dengan seseorang namun berakhir tanpa kejelasan karena saling malu-malu. Sari pada album ini akan diceritakan lebih detail melalui video klip Kecewa yang secara langsung menyebutkan nama Yoga dan bercerita bagaimana awal mereka bertemu. Cerita dua sejoli ini akan diceritakan lebih lanjut pada video klip-video klip selanjutnya.

            Retrorika Metropolitan yang dirilis pada Februari 2016 dalam bentuk rilisan fisik CD, berisi 5 lagu original, dikemas dengan kemasan kayu dan 80% packaging dan isi dari mini album ini dikerjakan secara handmade. Berbeda dengan debut EP, “Romansa” diawali dengan perilisan video klip single pertama, “Radio” tayang 15 Juni 2019 di channel youtube Korekayu, disusul dengan single-single berikutnya yang dirilis awal tahun ini melalui youtube dan platform digital setiap minggunya. Pada 30 Januari, Korekayu merilis video klip single kedua "Kecewa". "Pulang ke Jogja" adalah single ketiga yang tersedia di platform digital pada 7 Februari 2020, begitu seterusnya hingga 13 Maret 2020 menjadi satu album penuh.

            Album ini kembali menjadi titik awal untuk menelurkan karya-karya selanjutnya, serta menjadi penanda langkah awal Korekayu berkarya. Pada akhirnya Korekayu berharap supaya album ini dapat serta dapat dinikmati semua kalangan, mewakili cerita kehidupan para penikmat musik, menjadi teman setia saat menjalani aktivitas sehari-hari.