[klik pic for view]

Beberapa Dokumentasi dari panggung ke panggung Korekayu sepanjang tahun 2017, Semua dokumentasi tersimpan dengan baik, salah satunya pada website ini, beberapa dokumentasi yang lain bisa di lihat di akun instagram @korekayu atau Youtube. Semoga lembar ini menjadi pengobat rindu.

Awal tahun baru 2017, setelah ritual libur natal dan tahun baru, Korekayu bermain bersama lagi, kali ini bersama band-band indie Jogja bertajuk “Indie Night” di salah satu Club di jalan Magelang, sebagai semangat baru, pemanasan di tahun yang baru, sempat juga mengisi di acara Pameran Tugas Akhir Mahasiswa-Mahasiswi Institut Seni (ISI) Yogyakarta. Pada bulan ke-2, Korekayu merilis mini album “Retrorika Metropolitan” secara Digital (Spotify, Joox, iTunes, Deezer, dll), sebelumnya mini album ini di rilis pada bulan yang sama tahun 2016 dengan paket bundling CD pack kayu dan merchandise, simak lengkapnya disini. Tujuan dari dirilisnya album digital adalah agar mini album “Retrorika Metropolitan” dapat dinikmati oleh khalayak luas, sehingga karya Korekayu dapat dinikmati dimana saja tanpa batas apapun19 FebruariKorekayu dipercaya (lagi) untuk memeriahkan sebuah hajatan pernikahan, selama ini sudah 3 acara pernikahan yang turut mengundang Korekayu untuk berbagi kebahagian. 24 Februari, Korekayu bermain bersama keluarga Sexen USD dalam acara rutin T.G.I.F, dibawah tangga kantin Realino, senang sekali bermain di gigs ini, serasa pulang kerumah.

Bulan Maret, diawali dengan recording live video di @RockstarStudio , Proyek Korekayu X Rockstar ini merekam live musik dan video lagu “Dibawah Tangga”, prosesnya sangat singkat, hasil pun memuaskan, simak videonya disini. Pada bulan yang sama, Korekayu sempat mengikuti audisi Radio Show TV One, hanya berhasil masuk 10 besar Yogyakarta saja. Pada bulan April, Mang Ito “Sungai” merangkul Korekayu untuk bermain di acara kolektifnya, Mengalir Senja #3 bersama Superpop, Terasiring, Illona, Answersheet dan SeekSixSick, 29 April Guest Star Dies Natalis Fakultas Ekonomi Sanata Dharma dan 30 April Guest Star Bulan Bahasa di Kampus Realino Sanata Dharma, bermain 3 hari berturut-turut yang menyebabkan beberapa dari kami tumbang. Bulan Mei, Korekayu bermain dengan kakak-kakak VOC dan Sungai, dalam acara sambut Asian Youth Day 2017 di Gereja Maguwoharjo, Sleman. Berlanjut pada pertengahan bulan Mei, mengisi acara Awarding Night di Kampus UIN Yogyakarta, sekaligus gigs penutup sebelum istirahat sejenak sebulan penuh.

Selama bulan puasa, Korekayu libur dari hingar bingar musik Jogja (sepi job) fokus untuk produksi single baru. Produksi single baru dilakukan di Interest Studio, selama 1 minggu sebelum produksi dimulai Korekayu  mengaransemen dan membuat lirik lagu di Studio, adalah mas Desta (@musikjogja) orang di balik layar yang mengusulkan serta memberi gambaran konsep single tersebut (FYI, Korekayu sempat ngobrol asik bersama mas desta @musikjogja, simak videonya disini). Proses produksi single Jemari Berpena terhitung cepat, setelah proses rekaman selesai dilanjutkan produksi video clipnya. Mixing dan mastering lagu “Jemari Berpena” dipercayakan kepada Billydinata (Interest Studio) sedang video dipercayakan kepada Nying-nying dan tim (lihat video Jemari Berpena). Sempat take video pada proyek Out Session EhlooTV, Korekayu membawakan tembang “Posesif” milik Naif dan “This Boy” milik The Beatles (lihat video disini dan disini). Giliran fokus pada launching single dan video klip Jemari Berpena, bertajuk mini showcase “Jemari Berpena” ini kami kerjakan sendiri, dibantu juga teman-teman Sexen dan Rockstar Studio. PR-nya, jauh-jauh hari Korekayu harus membuat gimmick tentang single baru sebelum dirilis. Munculah ide tantangan menulis surat tentang masa lalu yang ditujukan kepada teman-teman sekitar, memanfaatkan media sosial, yang mana semua surat yang masuk di-upload di akun instagram @korekayu.

Juli, Ada kabar baik dan buruk, tepat 2 minggu sebelum showcase berlangsung, Bondan Jiwandana (Gitar-Vokal) mengalami kecelakan saat perjalanan menuju Magelang, kaki kirinya patah, sehingga mengharuskan Bondan untuk berisitirahat beberapa hari dan menggunakan tongkat “kruk” untuk membantunya berjalan, hingga showcase di gelar. Kabar baiknya, Beringin Soekarno Sanata Dharma saksi biksu sekaligus tempat bersejarah bagi Korekayu, untuk pertama kalinya menggelar showcase tunggal peluncuran single dan klip terbaru bertajuk mini Showcase Jemari Berpena dengan sukses, dan pertama kalinya juga Korekayu bermain secara lengkap pasca Enan “Bleki” (keyboard) menjalani rehabilitas di Jakarta sejak  pertengahan 2016, simak lengkapnya disini. Setelah sukses menggelar showcase, Korekayu gencar melakukan promo single dan video klip , menjajah media online, media cetak, radio maupun promo di setiap gigs. 20 Juli, Halal Bihalal bersama Komunitas Beatles Jogja, kali ini tidak membawakan lagu dari Korekayu, 4 lagu hits dari The Beatles. Kemudian pada tanggal 25 kami bermain di Road to Soundrenaline 2017, 28 Juli Liquid Bar & Kitchen dan 29 Juli Road to Soundrenaline Day 3, 3 gigs ini kesempatan baik untuk mempromosikan single baru yang masih hangat.

Awal Agustus, Pertama kalinya Korekayu bermain di Festival Kesenian Yogyakarta (FKY 2017) dan rangkaian acara Malioboro Night Festival, pertengahan bulan kembali bermain di gigs brand sebuah rokok, bersama Bottle Smoker, Last Elise, Sungai, Jason Ranti dan Mondo Gascaro, lanjut “Island in The Sun” rooftop Galeria Mall, Yogyakarta. Gigs Agustus berakhir di acara launching Music Corner LOOP Station.

Sabtu, dimana anak muda seumuran kami  mungkin sudah merencanakan dengan kekasih hati untuk berkencan sekedar jalan-jalan keliling kota atau menikmati film layar tancap, tidak dengan Korekayu, di bulan September berkencan gigs, Land of Leisures Market, yang diselenggarakan 3 hari di rooftop Ambarrukmo Plaza Yogyakarta, Korekayu berkesempatan bermain pada hari Ke-2 membuka Hi-Vi dan sempat berkolaborasi dengan Olski, sebelumnya konsep kolaborasi ini sudah ada pada mini showcase Jemari Berpena (lihat video disini) dimana Olski turut memeriahkan showcase serta collab bersama Korekayu. Kabar bahagia datang dari Radio Geronimo FM, dimana single Jemari Berpena menjadi jawara chart pada program musik indie, yang sebelumnya pada bulan Agustus, single tersebut hanya bertengger pada posisi chart 2 atau 3 setiap minggunya, Jemari Berpena menjadi jawara chart juga dikabarkan oleh radio Cassanova Bali, sebuah pencapaian luar biasa bagi Korekayu. Berlanjut sabtu minggu kedua, Korekayu menuju utara kota Yogyakarta, gigs kecil-kecilan bersama Sexen USD di Kaliurang, ditutup dengan “pesta air” bersama teman-teman anggota baru Sexen hingga “Sexen Purna Tugas”. Sabtu ke-3, Korekayu bertamasya ke selatan Yogyakarta, kali ini memeriahkan pensi SMA 2 Wonosari bersama Dialog Dini Hari, disambut hangat dan positif di alun-alun kota Wonosari, senang, semoga lain kali  bisa bermain lagi disana. Di akhir bulan, kabar kurang baik kembali datang, kali ini Alvin mengalami kecelakaan, kakinya sedikit cedera dan sempat terbesit untuk menggunakan additional player drum untuk merampungkan 2 gigs terakhir bulan September, tapi beruntungnya 2 gigs terkahir, “Malam Ekspresi PBSI USD” dan “Art of Technology-TI USD” bersama Senar Senja terlewati tanpa pemain pengganti.

Oktober dan November, Gigs bersama teman-teman komunitas pecinta The Beatles Jogja, 14 Oktober tribute to The Beatles “Tone Of Norwegian Wood” dan 4 November syukuran ulang tahun ke-15 komunitas The Beatles, di gelar di halaman Kantor Harian Keadulatan Rakyat. 10 November, membuka Endah n Rhesa bersama Orkes Humor Bardi dalam pensi Goal Fest mahasiswa Bimbingan Konseling Sanata Dharma, 18 November, Charity Concert Magic – O, Radio Masdha FM bersama Evalin, Chord 7, Olski, Jono Terbakar dan Illona ATSP.

Bulan Desember, Korekayu kembali melempar karya ke platform music digital, giliran single “Jemari Berpena” sudah bisa dinikmati di iTunes, Spotify, Joox dan aplikasi musik digital lainnya, Korekayu ingin semua portal online Youtube, Souncloud, aplikasi musik ataupun media sosial menjadi wadah berkarya yang baik. Gigs, Pada tanggal 9 kemarin Korekayu bermain di acara Lucky Tribe Music Festival bersama Skandal, Summerchild, Sungai dan di tutup band rock nasional, Jamrud. Apa jadinya, Korekayu ber-genre pop oldies bermain tepat sebelum Jamrud? Band rock nasional dengan basis massa yang tidak sedikit dan loyal. Sempat panik, baru kali ini membuka band dengan aliran yang berbeda. Menyusun 12 lagu upbeat, dengan harapan penonton tidak bosan atau tidak ada lemparan botol. Bertambah panik ketika data soundcheck hilang sebelum acara dimulai dan waktu prepare dipanggung hanya 1 menit. Show must go on, akhirnya 7 lagu kami mainkan dengan baik, jammers ternyata baik hati, tetap sabar menunggu, meski hujan mengguyur stadion Kridosono.

28 Desembar, menurut jadwal Korekayu bermain di Merapi Park Fest, acara yang “katanya” akan di gelar setiap tahun dalam waktu 30 hari, dengan line up band-band indie Jogja, menarik sekali! Tapi sayang, kabar kurang baik tentang acara ini, Korekayu dan line up tersisa pada hari ke-3 hingga hari ke-30 batal tampil di Merapi Park Fest dikarenakan beberapa hal teknis di lapangan sehingga Merapi Park Fest harus dihentikan oleh pihak penyelenggara. 29 Desember, berbagi kebahagiaan pernikahan Westri dan Christ, di Rumah Budaya Tembi, Bantul, Yogyakarta. 30 Desember, jamming bersama Beatles Mania soft launching Warung Salira, Condong catur.

Mungkin sekian dulu saja cerita perjalanan serta pencapaian dan pengalaman baru Korekayu selama tahun 2017, semoga ditahun yang baru ini apa yang menjadi cita-cita Korekayu (Full Album) bisa terwujud, terima kasih teman-teman yang mengapresiasi pun yang terlibat proses Korekayu di tahun 2017, sampai bertemu lagi di gigs terdekat atau kesempatan yang lain. Selamat tahun baru 2018! Sukses untuk kalian semua. See you :*

 

Peluk nan erat,

KOREKAYU

 

Photograph: Ammir, Gabra Mikael, Bayu Ata, Cosmas Dipta, Tata Tiong & Korekayu