Angin segar untuk kami dan juga teman-teman yang belum mendapatkan EP “Retrorika Metropolitan”, setelah dirilis dan soldout dalam bentuk fisik 1 tahun yang lalu, kali ini dibawah naungan Euforia Audio Digital, Korekayu meluncurkan EP “Retrorika Metropolitan”  dalam bentuk digital, pada hari ini (1 Februari 2017). Ke-5 lagu telah terdistribusi pada platform musik digital seperti iTunes, Spotify, Google Play Music, Deezer, Amazone, Napster, dll. Sekiranya karya kami tersebar luas dan dapat dinikmati orang banyak, tanpa batasan, semua dapat membeli atau mendengarkan kapan saja.

Mini Album yang bertajuk “Retrorika Metropolitan” yang dirilis 1 Februari 2016 merupakan pencapaian luar biasa bagi kami yang memberi kesan pertama penuh energi untuk ke-5 lagu. Ide kemasan yang berbeda dari pada yang lain, wood packaging dan hampir 80% isi dari mini album yang dijual berbarengan dengan merchandise ini dikerjakan secara handmade dengan ciri khas sablonase membuat album ini bertambah daya pikatnya. Mini album eksklusif sebanyak 150 keping ini dikerjakan secara independent tanpa label.
‘Retrorika Metropolitan’ dibuka lewat  ‘Jingga Senja dan Lalu Lalang Manusia”.  Lagu yang mendapat respon cukup positif ini menceritakan tentang kebahagiaan sederhana seorang pekerja kantoran, sepulang kerja menyempatkan diri menikmati indahnya alam di tengah taman kota. Dia terjebak dalam rutinitas pekerjaan tetapi mempunyai sebuah ritual sederhana untuk menikmatinya, yaitu menunggu senja di akhir pekan.

Di Track ke-dua, Di Bawah Tangga diciptakan pada tahun 2013 berdasarkan pengalaman Korekayu yang berawal dari jamming bersama di sebuah komunitas dimana kami bernaung, Sexen USD, tepatnya di bawah tangga kantin Realino, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Lagu ini bertempo cepat dari lagu lain, menggambarkan perasaan riang ketika berkumpul untuk menghilangkan penat dan bahagia dalam kebersamaan.

Lagu Seorang Anak Lelaki tercipta sebagai bentuk apresiasi kepada seorang nenek tua yang masih bergulat dengan realita jalanan sebagai penjual koran di perempatan traffict light Demangan, sebelah selatan Jl. Gejayan, Yogyakarta. Beliau sekarang seharusnya duduk tenang di rumah menikmati masa tuanya, terpaksa harus bekerja seorang diri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam lagu Seorang Anak Lelaki sosok nenek tua tersebut digambarkan sebagai anak lelaki.

Dua lagu terakhir bisa dibilang dengan manis menutup album ‘Retrorika Metropolitan’. Lagu “Sari” dan track penutup “Terus Bernyanyi” lagu bertema cinta yang menceritakan tentang romansa anak muda yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga karya korekayu dapat menghibur dan berkontribusi dalam pergerakan musik indie di Yogyakarta, dengan ini pula mohon doa restu dan support dari teman-teman sehingga full album baru korekayu dapat segera diproduksi tahun ini.

 

 

 

instagram_soc
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
soundcloud
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
Twitterbird
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
YouTube_Play
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+