BAND Pop Oldies, Korekayu, baru saja merilis lagu baru berjudul “Jemari Berpena” dalam sebuah pertunjukkan mini di Beringin Kampus Sanata Dharma beberapa waktu lalu. Lagu yang berkisah tentang era surat menyurat ini pun langsung mendapat banyak pujian dari sejumlah musisi senior di Yogyakarta. Aransemen unik berlirik kuat yang mudah diterima kuping pendengar musik di Indonesia jadi alasan banyaknya pujian yang mereka terima.

Garry Mailangkay, gitaris band senior Yogya LaQuena contohnya. Ia mengatakan lagu dari Bondan (vokal, gitar), Blacky (kibor), Alfons (guitalele, vokal), Bagas (Bass), Alvin (Drum), dan Lukas (gitar) ini akan gampang diterima masyarakat. “Aransemennya oke, liriknya bagus. Saya pribadi berharap mereka ini bisa berkarya terus sampai 15 tahun ke depan,” katanya.

Melengkapi Garry, Abay, gitaris Jamphe Johnson juga kagum lantaran Korekayu mampu mengolah notasi Pop tahun 60-an menjadi sangat Indonesia. Tidak mudah menurutnya bisa mengolah hal demikian. “Mereka pakemnya pakai notasi The Beatles dan itu sulit sekali di-Indonesiakan dengan dimensi suara dan lirik Indonesia. Tapi Korekayu sangat sukses melakukan itu di lagu barunya. Enak sekali didengar,” beber Abay.

Lagu yang videoklip-nya sudah bisa dinikmati di laman Youtube Korekayu ini juga mampu membangkitkan memori era surat menyurat masih populer. Lirik yang sengaja dibuat laiknya bahasa surat dan videklip nostalgia yang diperankan Raden Soeprapto, kakek Lukas, jadi satu paket menyenangkan dalam lagu baru ini. “Paketnya komplit. Enak didengar dan bisa membangkitkan memori mereka yang pernah mengalami masa surat menyurat,” sambung Efan, gitaris Illona ATSP, Sungai, dan Boardingroom ini. (Des)

Sumber: krjogja 17 juli 2017