BAND Korekayu ternyata tidak hanya piawai dalam membuat musik. Bondan (gitar), Lukas (gitar), Alfon (gitar, vokal), Bagas (Bass), dan Alvin (Drum) sekarang lagi giat-giatnya membuat gerakkan menulis tangan. Kegiatan ini ternyata sudah berlangsung lama, tepatnya sejak akhir tahun 2016 kemarin. Menulis, bagi Korekayu adalah aktivitas setiap hari dan bentuk dukungan pada budaya literasi.

“Sekarang kan zaman digital dan orang nulis rata-rata sudah pakai laptop atau PC komputer. Sekarang seberapa banyak sih yang mau menulis tangan seperti zaman dulu, surat-suratan atau punya sahabat pena yang didapat dari surat menyurat. Begini cara kami mendukung budaya literasi,” kata Alfons.

Kampanye menulis surat atau tulis tangan mereka dengungkan di sejumlah platform media sosial. Khusus surat, Korekayu kembali mengajak netizen ke ruang kontemplasi dalam melalui surat yang ditulis tangan. Bondan mengatakan bahwa menulis surat apalagi surat cinta itu lebih susah daripada mengetiknya di laptop atau PC komputer.

“Sekarang bayangin saja, kalau menulis tangan di surat yang mau kita kirimkan ke orang, harus benar-benar bagus dan dipikir matang-matang biar rapi dan enggak banyak coretan. Beda kalau pakai laptop, bisa hapus sesukanya atau copy-paste. Terus menulis surat cinta kan pasti mencurahkan seluruh perasaan dan bisa bikin yang baca degdeg-an. Itulah serunya,” kata Bondan.

Saat ini gerakkan mereka mendapat banyak dukungan dari pegiat literasi. Else Liliani, pegiat sastra di UNY contohnya memuji bahwa gerakkan mereka yang mengajak netizen kembali menulis surat sangat jarang dilakukan di tengah mendigitalnya dunia. “Saya dukung gerakkan mereka untuk anak muda. Biar anak muda sekarang tidak kehilangan ruh menulisnya, yaitu lewat tangan dan bisa mengemukakan kejujuran dari sana,” beber Else.

Begitu juga dengan Dian Dwi Anisa, pegiat literasi di Indiebook Corner. Bagi Dian yang baru satu pekan ikut gerakkan ini sudah merasakan betul efek dari membuat surat dengan tulisan tangan. “Cobain aja sendiri. Pasti tahu kalau sulit banget rasanya. Lalu pada saat menerima surat balasan, rasanya penasaran gimana gitu sama isi dan bentuk tulisan tangan orang yang kita kirimin surat,” kata Dian.(Des)

 

KRJOGJA.com

22 Mei 2017