JEMARI BERPENA

JEMARI BERPENA

Korekayu akan melepas single sekaligus clip video terbaru pada tanggal 15 Juli 2017 nanti. Single yang diberi judul “Jemari Berpena” di rilis mandiri bertajuk ‘Mini Showcase Jemari Berpena’ bertempat di Beringin Soekarno Kampus 2 Unversitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam Showcase tersebut Korekayu akan membawakan lagu-lagu hits dari album “Retrorika Metropolitan” dilanjutkan pemutaran clip video Jemari Berpena dan ditutup dengan single terbaru yang dibawakan secara live untuk pertama kalinya. Single Jemari Berpena akan dilempar ke media sosial Youtube dan Soundcloud setelah showcase berlangsung, tidak menutup kemungkinan terdistribusi secara digital agar dapat dinikmati secara luas melalui platform musik digital.

 

Lagu Jemari Berpena di tulis oleh Bondan Jiwandana, bercerita tentang dua orang muda-mudi yang gemar menulis surat untuk sekedar melepas sepi dan rindu. Sebelumnya Korekayu sempat membuat tantangan menulis surat kepada followers-nya dan beberapa tulisan surat itu diunggah via akun Instagram @korekayu_ . Melalui lagu Jemari Berpena, Korekayu ingin mengajak khalayak ramai untuk kembali bernostalgia, merasakan kembali tantangan menulis surat, karena berkirim surat adalah metode penyampaian pesan yang unik, menarik, dan tentunya meninggalkan kesan yang dalam. Dibubuhkannya tinta lewat pena dan berakhir dalam secarik kertas mempunyai daya tarik tersendiri.

 

Proses produksi single Jemari Berpena berlangsung cepat, pertengahan Mei 2017 memasuki Bulan Ramadhan di Interest Studio Yogyakarta, setelah proses rekaman selesai dilanjutkan produksi untuk clip video, proses mixing dan mastering lagu Jemari Berpena dipercayakan kepada Billydinata (Interest Studio).

 

Artwork Jemari Berpena digarap oleh Christian “Kicos” Nugroho. Proyek artwork Jemari Berpena merupakan bagian dari ilustrasi lirik, menggambarkan tangan yang sedang menulis surat. Artwork ini akan dimuat dalam official merchandise Korekayu yang telah dibuka pemesanan sejak 15 -30 Juni 2017.

5 Tahun Korekayu

5 Tahun Korekayu

Pada hari ini, Jumat (2/6/2017), Korekayu genap setengah dekade bermain bersama. 5 tahun yang lalu, di bawah tangga area kantin Realino, tempat nongkrong kami bersama teman-teman UKM Sexen dan komunitas lain, saat itu bertemu untuk melatih materi yang akan dibawakan pada pentas pertama di hari yang sama.

Bisa dibilang band kemarin sore, dari pentas satu ke pentas yang lain, mendapat respon yang positif, mencoba membuat karya sendiri (lagu Dibawah Tangga) pada tahun 2013, memutuskan untuk serius selangkah lebih maju, mencoba menelurkan mini album pada tahun 2016 dengan dua single andalan yaitu “Jingga Senja dan Lalu Lalang Manusia” dan “Dibawah Tangga”. Awal 2017, merilis mini album “Retrorika Metropolitan” versi digital yang bisa dinikmati secara streaming online iTunes, Spotify, JOOX dan platform digital musik lainnya.

Sempat bongkar pasang personel, posisi keyboard, Arnold Dwi Hutomo digantikan oleh Yustinus “Bleki” Cahyadi hingga menelurkan mini album, setahun ini bleki absen dari pentas korekayu, keyboard dibantu oleh Elgar dan Lukas Ingheneng (gitar 2) sampai sekarang.

Dari sekedar band proyek senang-senang yang membawakan karya dari idola kami, akhirnya melangkah sedikit lebih serius dengan membuat karya sendiri secara mandiri, terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah dan terus mensupport, semoga di tahun-tahun berikutnya korekayu dapat berkarya lebih baik, lebih kreatif, tercapai untuk album yang kedua (full album) dan rencana merilis sesuatu dalam waktu dekat ini berjalan lancar.

 

cheeeeeeers!

Surat untukmu…

Surat untukmu…

Menulis surat salah satu cara belajar menuangkan isi hati dan pikiran sebenar-benarnya dan sekuat-kuatnya. Dari surat yang ditulis atau diterima, kita belajar mengolah afeksi: bersuka cita atau menerima kekalahan.

Kapan terakhir kali menulis surat cinta untuk seseorang?

Tantangan untuk teman-teman, berani posting surat cinta terakhir? entah itu dari teman, sahabat atau orang yang terkasihi…
Upload di Instagram kalian tag instagram @korekayu_ dan @musikjogja disertai hastag #suratku #suratcinta #suratsahabat lalu ceritakan panjang lebar tentang pengalaman menulis atau mendapat surat itu, bisa via email korekayumusik@gmail.com akan ada hadiah t-shirt untukmu.

 

tshirtkorekayu

lks1

Korekayu Bikin Gerakkan Menulis

Korekayu Bikin Gerakkan Menulis

BAND Korekayu ternyata tidak hanya piawai dalam membuat musik. Bondan (gitar), Lukas (gitar), Alfon (gitar, vokal), Bagas (Bass), dan Alvin (Drum) sekarang lagi giat-giatnya membuat gerakkan menulis tangan. Kegiatan ini ternyata sudah berlangsung lama, tepatnya sejak akhir tahun 2016 kemarin. Menulis, bagi Korekayu adalah aktivitas setiap hari dan bentuk dukungan pada budaya literasi.

“Sekarang kan zaman digital dan orang nulis rata-rata sudah pakai laptop atau PC komputer. Sekarang seberapa banyak sih yang mau menulis tangan seperti zaman dulu, surat-suratan atau punya sahabat pena yang didapat dari surat menyurat. Begini cara kami mendukung budaya literasi,” kata Alfons.

Kampanye menulis surat atau tulis tangan mereka dengungkan di sejumlah platform media sosial. Khusus surat, Korekayu kembali mengajak netizen ke ruang kontemplasi dalam melalui surat yang ditulis tangan. Bondan mengatakan bahwa menulis surat apalagi surat cinta itu lebih susah daripada mengetiknya di laptop atau PC komputer.

“Sekarang bayangin saja, kalau menulis tangan di surat yang mau kita kirimkan ke orang, harus benar-benar bagus dan dipikir matang-matang biar rapi dan enggak banyak coretan. Beda kalau pakai laptop, bisa hapus sesukanya atau copy-paste. Terus menulis surat cinta kan pasti mencurahkan seluruh perasaan dan bisa bikin yang baca degdeg-an. Itulah serunya,” kata Bondan.

Saat ini gerakkan mereka mendapat banyak dukungan dari pegiat literasi. Else Liliani, pegiat sastra di UNY contohnya memuji bahwa gerakkan mereka yang mengajak netizen kembali menulis surat sangat jarang dilakukan di tengah mendigitalnya dunia. “Saya dukung gerakkan mereka untuk anak muda. Biar anak muda sekarang tidak kehilangan ruh menulisnya, yaitu lewat tangan dan bisa mengemukakan kejujuran dari sana,” beber Else.

Begitu juga dengan Dian Dwi Anisa, pegiat literasi di Indiebook Corner. Bagi Dian yang baru satu pekan ikut gerakkan ini sudah merasakan betul efek dari membuat surat dengan tulisan tangan. “Cobain aja sendiri. Pasti tahu kalau sulit banget rasanya. Lalu pada saat menerima surat balasan, rasanya penasaran gimana gitu sama isi dan bentuk tulisan tangan orang yang kita kirimin surat,” kata Dian.(Des)

 

KRJOGJA.com

22 Mei 2017